Kenapa Masih Banyak Orang Indonesia Tidak Percaya Covid19

Kate-spade.gb.net – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Petaka (BNPB), Doni Monardo dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR, Kamis (3/9) menyatakan bahwa tingginya jumlah masyarakat di Jakarta yang masih tak percaya daftar bandar judi slot dapat tertular virus Covid-19. Kecuali DKI Jakarta yang menduduki peringkat pertama, disusul oleh sebagian provinsi lain yang masyarakatnya punya pemikiran serupa antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.

Agen Slot Gacor Online RTP Tertinggi Terpercaya Fenomena masyarakat yang tinggi tingkat ketidakpercayaan pada penularan Covid-19 diiringi dengan jumlah kasus di tempat hal yang demikian yang terus berada di posisi puncak. Seperti DKI Jakarta dengan 43,400 kasus dan Jawa Timur 34,655 kasus hingga hari ini, Jumat (4/9).

(Warga) masih menganggap Covid rekayasa, masih anggap Covid ini konspirasi. Kami akan upayakan tim gabungan dapat sasar tempat-tempat hal yang demikian, terang Doni dalam rapat. Pernyataan Doni searah dengan penjelasan dari Psikolog Klinis dan Hipnoterapis, Alexandra G. Adeline.

Kita lihat infonya sama-sama kuat yang pro bahwa benar corona berbahaya dan yang kontra menyatakan corona cuma konspirasi, kata Alexandra, Jumat (4/9). Ia menjelaskan kecenderungan manusia itu mencari informasi berdasarkan apa yang mereka percayai, apa yang membikin mereka merasa aman sehingga lebih hening. Ada sebagian orang yang mengenal kondisi pandemi ini kemudian mencari rasa aman dan hening dengan mencari informasi apa yang dapat dikerjakan untuk menjaga diri sendiri.

Kebalikannya, sebagian yang lainnya memilih tak percaya sehingga lebih memilih percaya ke dugaan konspirasi. Kita lihat banyak orang yang enggak pakai masker padahal lagi pandemi, mereka cenderung bilang konspirasi dengan berbagai alasan salah satunya belum melihat kejadian pasien mati yang terjadi di depan mata mereka, kata Alexandra.

Ditambah lagi banyak pemberitaan yang menyatakan jumlah orang tanpa gejala (OTG) lebih banyak daripada orang yang terpapar virus atau pun yang meninggal. Tak sekadar itu saja, ketika permulaan pandemi sudah banyak teori konspirasi yang berkembang di masyarakat. Salah satunya konspirasi yang dari permulaan sudah ramai diperbincangkan ialah terkait kebocoran lab biologi di China, konspirasi vaksin, permainan bisnis hingga pengembangan senjata biologis.

Lebih-lebih ketika masyarakat kian lama kian kritis ditambah kondisi berbulan-bulan pandemi ini terjadi dengan kondisi diri mereka atau orang sekitar tak terinfeksi kian membikin mereka memperdebatkan apakah virus ini riil adanya.

Alexandra juga menjelaskan kondisi ini dengan telaah teori Maslow yang menjelaskan terdapat lima kebutuhan fundamental manusia yang bentuknya segitiga dengan tingkatan. Level ini terdiri dari kebutuhan jasmaniah, rasa aman, cinta, harga diri, dan puncaknya ialah aktualisasi.

Dari yang paling bawah, kebutuhan yang tiap-tiap hari diperlukan seumpama kebutuhan jasmaniah, mencakup makan, tidur dan pemenuhan kebutuhan hidup lainnya. Menurutnya masih banyak masyarakat kurang kapabel di luar sana dalam artian untuk makan saja masih sulit. Dalam teori ini menjelaskan jika manusia masih berada di tahap kebutuhan dibawahnya maka cenderung untuk tak memikirkan kebutuhan yang ada diatasnya.

Lebih-lebih ia menyoroti masyarakat yang menonjol tak acuh untuk membeli masker dan hand sanitizer, karena tak menutup kemungkinan untuk makan saja mereka masih kesusahan sehingga mereka cenderung lebih percaya dengan realita di depan mereka daripada virus Covid-19 yang ada di informasi saja.

Alex mencontohkan demo buruh pada tanggal 30 April yang pada walhasil batal karena memperoleh sudah tanggapan dari Presiden Jokowi. Artinya kalangan buruh memikirkan bagaimana survive untuk pemenuhan kebutuhan jasmaniah ialah makan dan pekerjaan mereka.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.